Hal ini, tidaklah menjadi kenyataaan yang menakutkan untuk kedua orangtuanya.
Jauh berbeda dari kecemasan yang dahulu selalu mengelilingi keduanya.
Apa yang kita takutkan sebenarnya belum tentu terjadi.
Aku memahami, kuncinya sabar adalah semua jawabannya.
Hal yang dahulu kita lihat buruk belum tentu buruk selamanya.
Hal yang dahulu kita lihat baik belum tentu baik selamanya.
Ia melihat matanya melalui sebuah sorot keyakinan akan hal yang sebetulnya tidak begitu ia kuasai.
Malam demi malam ia lewati dengan penuh ketakutan, begitupun dengan mereka.
Namun, tidak akan pernah berhenti sampai disini!
Masih dan selalu berharap dunia bertebaran bunga-bunga keajaiban.
Dan ketika masa kelam melenyap, seperti tinta hitam yang hilang masuk ke dalam pusaran air.
Dan berdamailah semua dalam isak tangis yang bahagia.
Semua kekhawatiran, masa lalu yang kelam lenyap dalam pelukan sang Ibunda.
Kini, ia sudah dewasa dan bisa membanggakan orangtua.
Aku disini selalu mendoakanmu untuk jadi lebih baik lagi.
Terimakasih atas balas jasamu kepada kami semua.

Gitta Annisa Vania